Tahukah kau sayang, bahwa cinta tumbuh begitu liar dan subur dalam sebuah delusi?
Aku ingin menyampaikan sajak-sajakku langsung kepadamu, namun aku khawatir kau menertawakan kekhusyu'anku dalam bermain pikiran.
Ingin kuceritakan kepadamu, sayang
Tentang tempat tidurku yang sekali lagi merupa lautan.
Angin subuh yang lembut membawaku perlahan menengah.
Dibawanya rasaku kepada gelombangnya yang membentuk pusaran,
Selalu saja semua itu siap menenggelamkanku.
Jika saja kau berdiri di tepi dermaga itu sayangku,
Jika saja aku mampu melihat keberadaanmu sayangku,
Jika saja kau membuka tanganmu tanda kau menyambutku sayangku,
Tak kan ragu aku menepikan pelayaranku.
Karena berada terombang-ambing sendiri itu melelahkan, atau lebih buruk, menghancurkan.
Mungkin pelayaranku membawaku menemukan dunia baru, bintang selatan yang menjanjikan petualangan tak terbatas.
Namun, membohongi diri sendiri untuk tidak terus menoleh ke arahmu, bersiaga siapa tahu kamu menunggu, adalah sebuah perhentian yang tak bisa kutolak.
Sayang, aku ingin memulangkannya kepadamu.
Mimpi yang sudah kukemas baik ini, harus kulempar kemana jika tidak kuserahkan padamu?
Sayangku, jika tiba-tiba tempat tidurmu merupa lautan dan kau terus menoleh ke dermaga mencari tanda-tanda aku menantimu, tak perlu kau ciptakan sebuah delusi, karena aku memang akan sangat terlihat kecil dari jauh sana, tapi percayalah aku benar-benar di sini.
Maka pulangkanlah, apapun yang ingin kau pulangkan. Pelukku akan selalu menyambut apapun wujudmu.
Aku ingin menyampaikan sajak-sajakku langsung kepadamu, namun aku khawatir kau menertawakan kekhusyu'anku dalam bermain pikiran.
Ingin kuceritakan kepadamu, sayang
Tentang tempat tidurku yang sekali lagi merupa lautan.
Angin subuh yang lembut membawaku perlahan menengah.
Dibawanya rasaku kepada gelombangnya yang membentuk pusaran,
Selalu saja semua itu siap menenggelamkanku.
Jika saja kau berdiri di tepi dermaga itu sayangku,
Jika saja aku mampu melihat keberadaanmu sayangku,
Jika saja kau membuka tanganmu tanda kau menyambutku sayangku,
Tak kan ragu aku menepikan pelayaranku.
Karena berada terombang-ambing sendiri itu melelahkan, atau lebih buruk, menghancurkan.
Mungkin pelayaranku membawaku menemukan dunia baru, bintang selatan yang menjanjikan petualangan tak terbatas.
Namun, membohongi diri sendiri untuk tidak terus menoleh ke arahmu, bersiaga siapa tahu kamu menunggu, adalah sebuah perhentian yang tak bisa kutolak.
Sayang, aku ingin memulangkannya kepadamu.
Mimpi yang sudah kukemas baik ini, harus kulempar kemana jika tidak kuserahkan padamu?
Sayangku, jika tiba-tiba tempat tidurmu merupa lautan dan kau terus menoleh ke dermaga mencari tanda-tanda aku menantimu, tak perlu kau ciptakan sebuah delusi, karena aku memang akan sangat terlihat kecil dari jauh sana, tapi percayalah aku benar-benar di sini.
Maka pulangkanlah, apapun yang ingin kau pulangkan. Pelukku akan selalu menyambut apapun wujudmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar