Kamis, 17 November 2016

Membaca Hati

Maukah Kau bersabar sayang dalam menerjemahkan hatimu?
Maukah Kau tidak terburu-buru sayang dalam mengikuti rasamu?
Kau berkata rindu pada suatu hari lalu mengeluh lelah menunggu.
Kau berkata ingin bertemu seseorang, lalu di suatu pagi kau berjumpa seseorang lainnya yang mirip seseorang lainnya. Rindumu berbalik arah.

Mengapa kamu selalu merasa kesepian di tengah keramaian? Tahukah sayang obat kesepian adalah berdiskusi sepenuhnya dengan diri sendiri. Bukan malah menyalakan kembang api, mencari perhatian agar semua orang datang mengunjungimu

Maukah kau bersabar sayang dalam membaca tanda?
Bahwa ada yang ingin membicarakan ini semua dengan tuntas denganmu. Dialah Kekasihmu. Kekasih dari segala Kekasih.

Maukah kau duduk sejenak sayang dalam duniamu yang cepet dan ribut itu? Hidup bukanlah pasar malam. Malam bukanlah malam jika tidak gelap. Dan hati bukanlah hati jika tidak bisa berkawan sunyi.

Maukah kau berusaha sayang? Berusaha dengan sabar, untuk tidak lagi salah membaca hatimu sendiri, lalu menyebut cinta penipu.

Maukah kau mencoba sayangku, kau Febrianti Nur Ajizah, berdamaialah dengan kesepianmu, mungkin kau hanya merindukan dirimu sendiri, bukan orang lain. Mungkin itulah mengapa hidupmu dibuat gaduh, supaya kau rindu sepi, dan rindu Kekasihmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar