Ada dua cara setidaknya yang saya pahami ketika seseorang memilih kehidupan sosialnya. yang pertama, seseorang yang memilih mengurangi keterlibatan orang lain dalam hidupnya, mengurangi keterikatan dengan orang lain, memperkecil lingkaran privasinya, berkomunikasi secukupnya dengan orang yang singgah atau ditemuinya sepanjang hidupnya, supaya hidupnya semakin efektif dan efisien.
Sementara yang kedua adalah, seseorang memilih untuk merayakan setiap pertemuan, jatuh cinta kepada siapa saja yang ditemuinya, merawat hubungan baiknya dengan orang-orang di sekitarnya, memberikan yang terbaik yang dimilikinya hari itu kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, hidup dalam moment bersama orang-orang yang ada hari itu, supaya kesedihannya yang kontraproduktif lekas lenyap.
Dan kedua cara tersebut sejatinya hanyalah pilihan atas alternatif-alternatif mekanisme untuk mengantisipasi kesepian. Kedua cara tersebut diambil seseorang yang tahu bahwa pada akhirnya kita akan kehilangan orang-orang terdekat kita. Dengan begitu, pada cara pertama, seseorang memilih untuk terbiasa kesepian dengan membatasi keterlibatan orang lain di hidupnya. Dan pada cara kedua seseorang membiasakan diri hidup dengan siapa saja yang hadir di hidupnya.
Keduanya punya konsekuensi logis dan setiap orang berhak memilih bagaimana cara dia bertahan hidup. Dalam perjalanan dan persinggahan kita, kita akan bertemu dengan orang yg memiliki mekanisme pertahan yang sangat berbeda dengan kita. Tidak ada yang bermaksud meninggalkan dan merasa ditinggalkan seharusnya, jika itu bisa dikomunikasikan dan dipahami bersama dengan baik. Everybody's changing, Everybody's moving.
Wanna thanks to me? You are welcome 💋
Sementara yang kedua adalah, seseorang memilih untuk merayakan setiap pertemuan, jatuh cinta kepada siapa saja yang ditemuinya, merawat hubungan baiknya dengan orang-orang di sekitarnya, memberikan yang terbaik yang dimilikinya hari itu kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, hidup dalam moment bersama orang-orang yang ada hari itu, supaya kesedihannya yang kontraproduktif lekas lenyap.
Dan kedua cara tersebut sejatinya hanyalah pilihan atas alternatif-alternatif mekanisme untuk mengantisipasi kesepian. Kedua cara tersebut diambil seseorang yang tahu bahwa pada akhirnya kita akan kehilangan orang-orang terdekat kita. Dengan begitu, pada cara pertama, seseorang memilih untuk terbiasa kesepian dengan membatasi keterlibatan orang lain di hidupnya. Dan pada cara kedua seseorang membiasakan diri hidup dengan siapa saja yang hadir di hidupnya.
Keduanya punya konsekuensi logis dan setiap orang berhak memilih bagaimana cara dia bertahan hidup. Dalam perjalanan dan persinggahan kita, kita akan bertemu dengan orang yg memiliki mekanisme pertahan yang sangat berbeda dengan kita. Tidak ada yang bermaksud meninggalkan dan merasa ditinggalkan seharusnya, jika itu bisa dikomunikasikan dan dipahami bersama dengan baik. Everybody's changing, Everybody's moving.
Wanna thanks to me? You are welcome 💋
Tidak ada komentar:
Posting Komentar