I want to talk my self everytime i wrote a new post in this blog, like, "WHAT THE HELL ARE YOU TRYING TO SAY AGAIN?" I want to shout it out loud to my self to be enough writing those feelings of losing or something that make you look pathethic. I mean, please, if someone out there, someone important finding this blog, i don't know what will be on his/her mind. I just talk about love and love and love and love. I mean, i'm happy that so far i'm still loving and hardly can move anything without my feeling of love. I mean, i begin to proud realize that i'm one of people who adore love itself as a feeling that keep me alive. But, i have to understand, there is, well the are a lot of things more important to get my attention and my concern. For example, a chance to enter an open door, with new people, new experience and new knowledge that i can gain today and it will have more big impact if i write it with better technique.
Setiap kali aku memikirankan sesuatu yang penting di kantor, Aku berjanji akan menuliskannya di blog nanti sepulang kerja. Mengapa blog? Karena kadang menuliskannya di status facebook membuatku terlihat bawel, berisik dan susah dipahami. Ya blog ini memang aku tujukan untuk pelarian pikiranku kadang yang masih setengah matang dan masih harus kucari jawabannya. Daripada hilang menguap ditelan oleh rasionalisasi waktu, tenaga dan pikiran, mending aku lempar ke sini. Supaya aku yang beberapa waktu nanti lebih tua, dapat melihat lagi aku yang muda ini terkapar, terseok-seok memahami sesuatu. Hahaha dan aku yakin aku bakal banyak sering tertawa.
Aku ingin menuliskan bahwa aku merasa beruntung. Ada 3 mahasiswa luar negeri yang sedang magang di kantorku. Mereka adalah mahasiswa dari Master of Hummanitarian Action. What a cool things to learn, right?! Mereka harus belajar untuk beraksi untuk manusia dan beraksi sebagai manusia. Aku menggambarkan hal tersebut sebagai kerendahan hati yang menarik. Karena begitu banyak manusia yang ingin datang, menolong dan memberi tahu bak malaikat. Bahkan menyangka bahwa mereka tahu yang terbaik dan memberi materi adalah segala. Hummanitarian Action, bahkan sangat berhati-hati untuk menolong atau memberi bantuan.
Satu hal lagi yang aku senang bertemu orang baru, terutama dari tempat yang sangat jauh. Aku bisa bertukar sudut pandang yang sangat berbeda dari standard masyarakat di mana aku tinggal. Sometimes. i feel weird and feel lil bit different. But i know that's just on my mind. Ditambah lagi bertemu dengan orang-orang dari jauh membuatku merasa semakin normal. I guess there a lot of young woman like me who feels insecure and still dont have any clue what to do in life, and that's why they are still searching. One thing they want to do is they really want to do something to others.
Seorang mahasiswa magang yang sudang berumur 31 tahun dan memiliki anak berumur 8bulan mau jauh-jauh ke Indonesia untuk belajar. Dia meninggalkan anak dan suaminya. Dia berkata padaku betapa dia sangat merindukan anaknya. Dia memotivasiku untuk terus belajar. "It's always fun to be young, so can do and learn many things." Dia menyemangatiku, mengatakan bahwa umur 26 tahun adalah awal dari segalanya. Awal untuk belajar hal baru, bertemu dengan orang baru dan berbagi atas apapun yang kita punya. Sounds cliche, right? but for a young and inscure girl like me that's very insightfull. Ketika di Indonesia 26 tahun berarti adalah settlement dan tidak seharusnya kamu coba-coba hal baru, ketika 26 tahun kamu sudah harus berpikir untuk menabung, menikah dan memiliki anak, Dia berkata padaku it's only a one little step.
Walaupun, ya aku ingin segera menikah dan punya anak. I really want it. But i promise to myself to not stop learning and educating my self.
Setiap kali aku memikirankan sesuatu yang penting di kantor, Aku berjanji akan menuliskannya di blog nanti sepulang kerja. Mengapa blog? Karena kadang menuliskannya di status facebook membuatku terlihat bawel, berisik dan susah dipahami. Ya blog ini memang aku tujukan untuk pelarian pikiranku kadang yang masih setengah matang dan masih harus kucari jawabannya. Daripada hilang menguap ditelan oleh rasionalisasi waktu, tenaga dan pikiran, mending aku lempar ke sini. Supaya aku yang beberapa waktu nanti lebih tua, dapat melihat lagi aku yang muda ini terkapar, terseok-seok memahami sesuatu. Hahaha dan aku yakin aku bakal banyak sering tertawa.
Aku ingin menuliskan bahwa aku merasa beruntung. Ada 3 mahasiswa luar negeri yang sedang magang di kantorku. Mereka adalah mahasiswa dari Master of Hummanitarian Action. What a cool things to learn, right?! Mereka harus belajar untuk beraksi untuk manusia dan beraksi sebagai manusia. Aku menggambarkan hal tersebut sebagai kerendahan hati yang menarik. Karena begitu banyak manusia yang ingin datang, menolong dan memberi tahu bak malaikat. Bahkan menyangka bahwa mereka tahu yang terbaik dan memberi materi adalah segala. Hummanitarian Action, bahkan sangat berhati-hati untuk menolong atau memberi bantuan.
Satu hal lagi yang aku senang bertemu orang baru, terutama dari tempat yang sangat jauh. Aku bisa bertukar sudut pandang yang sangat berbeda dari standard masyarakat di mana aku tinggal. Sometimes. i feel weird and feel lil bit different. But i know that's just on my mind. Ditambah lagi bertemu dengan orang-orang dari jauh membuatku merasa semakin normal. I guess there a lot of young woman like me who feels insecure and still dont have any clue what to do in life, and that's why they are still searching. One thing they want to do is they really want to do something to others.
Seorang mahasiswa magang yang sudang berumur 31 tahun dan memiliki anak berumur 8bulan mau jauh-jauh ke Indonesia untuk belajar. Dia meninggalkan anak dan suaminya. Dia berkata padaku betapa dia sangat merindukan anaknya. Dia memotivasiku untuk terus belajar. "It's always fun to be young, so can do and learn many things." Dia menyemangatiku, mengatakan bahwa umur 26 tahun adalah awal dari segalanya. Awal untuk belajar hal baru, bertemu dengan orang baru dan berbagi atas apapun yang kita punya. Sounds cliche, right? but for a young and inscure girl like me that's very insightfull. Ketika di Indonesia 26 tahun berarti adalah settlement dan tidak seharusnya kamu coba-coba hal baru, ketika 26 tahun kamu sudah harus berpikir untuk menabung, menikah dan memiliki anak, Dia berkata padaku it's only a one little step.
Walaupun, ya aku ingin segera menikah dan punya anak. I really want it. But i promise to myself to not stop learning and educating my self.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar