Sabtu, 16 Juli 2016

Deskripsi Setengah Spasi

Di antara tanda baca yang gamang untuk kurentangkan, sesungguhnya aku paham aku harus segera mengakhiri kalimat.
Sebuah kalimat yang akan menjadi semakin kehilangan makna jika dipaksakan terus berderet.
Berjejal dalam sebuah deskripsi, kau mencuri spasi.

Namun, kau tak juga menghentak, hanya mengintip.
Seperti menimbang untuk menjadi setengah saja.
Kusisih dan sisakan sebaris penuh agar kau menari dalam sapuan kisah dan cerita.
Namun kau terus mengurangi dirimu sendiri. Menghapus setiap kata yang kubilang ini terakhir pada kalimatku.

Seandainya bisa memilih tercekat dalam membaca kalimat penuh, itu lebih mudah.
Aku tinggal menghela nafas dan diam.
Membaca kalimat yang hurufnya gugur satu demi satu sungguh membuatku pusing tak kepalang.

Apa yang kau rencanakan, sayang? Apa kau kehilangan spasi hingga deskripsi menjadi regang dan sumbang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar