Jumat, 16 Desember 2016

Tentang Aleppo (2)

Tentang Aleppo

Sudah hampir dua minggu sepertinya beranda media sosial kita dipenuhi berita tentang pengeboman dan bombardir kepada warga sipil di Aleppo, Suriah. Mungkin lebih, tetapi saya baru ngeh berita tentang Aleppo belakangan ini saja. Saya tidak paham betul apa yang terjadi di sana. Satu hal yang saya yakini, yang terjadi di sana adalah perang kekuatan besar, dan memang sekali lagi masyarakat sipil yang selalu menjadi korban.  Yang saya paham juga, melihat balita berdarah-darah dan melihat kemungkinan bahwa orang yang menggunggah video "Pesan terakhir dari Aleppo" itu akan mati di malam setelah dia mengunggah video tersebut pasti membuat warga dunia di belahan lain bumi, di tempat yang nyaman merasa sangat berdosa membiarkan itu terjadi.  

Namun, sekali lagi ini perang. Di dalamnya selain ada kepentingan, pasti ada taktik, senjata, dan propaganda. Saya mencoba membaca berita-berita internasional soal apa yang terjadi di sana. Macam-macam isinya, saya makin bingung. Saya lalu hanya ingin mendapat jawaban kemana altruisme atau mungkin cuma ego saya yang tidak mau dianggap tidak peduli ini dilabuhkan?

Pagi ini saya sempatkan kepo laman facebook teman saya, Dea Karina dan saya menemukan link ini yang dibagikan oleh temannya tentang Kisah Perang di Aleppo, sebuah pelajaran propaganda Perang mengapa mendadak dua minggu belakangan ini berita soal Aleppo menjadi sorotan dunia dan berseliweran di media sosial kita. Lumayan menjadi pintu masuk lain untuk memahami yang terjadi di sana.

Terlepas ada atau tidak propaganda perang tersebut, masyarakat sipil mungkin memang butuh bantuan, dan jika hatimu masih terketuk untuk berdonasi bagi warga sipil, tetapi bingung mau kemana, berikut artikel yang memberi referensi alternatif untuk berdonasi  atau donasi yang digalang langsung oleh orang Indonesia.

Namun, sekali lagi, memberi bantuan di wilayah konflik atau perang tidak semudah di wilayah yang terkena bencana alam. Pemerintah indonesia sendiri sebenarnya sudah mengirim bantuan, tetapi persoalannya menjadi lebih kompleks ketika bantuan itu selalu berpotensi untuk diblokade oleh pihak-pihak yang berkuasa di wilayah tersebut, entah rezim penguasa atau malah pemberontak.



Salam~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar