Senin, 26 Desember 2016

Self talk

Kamu terbangun, semalam kamu tidak memeranginya, kamu mengikuti nafsumu untuk terus bicara. Nafsu untuk membela diri, untuk mencari pembenaran, untuk mencari perlindungan, untuk dimengerti. Nafsumu terlalu besar sayangku, nafsu atas selalu berada di tempat yang nyaman. Sayangnya itu malah membuatmu ketakutan. Kamu mengungkapkan apa yang seharusnya cukup menjadi pertimbanganmu saja. Kamu selalu berharap ada orang lain yang membantu mengurai pikiranmu atau bahkan memeluk semua kekhawatiranmu. Sudah kamu jelaskan berkali-kali pada dirimu sendiri, bahwa seharusnya kamu bisa mengatasi ini sendiri. Bahwa sesungguhnya kamu tau resikonya, kapan bicara kapan diam.

Sekarang, kamu menyesal. Kamu bangun di pagi hari, takut melihat telepon genggammu karena semalam kamu membuat kekacauan. Apa yang sebenarnya kamu cari? Perhatian?

Apakah kamu jatuh cinta? Tanyakan pada dirimu sendiri. Kekacauan yang kamu buat sudah terlalu banyak, sebaiknya cintailah dirimu sendiri. Bagaimana kamu selalu ingin menguji seseorang untuk menerimamu yang seperti ini jika kamu belum mampu mencintai dirimu sendiri? Perjalananmu masih jauh, mimpimu masih banyak, siapa yang bisa jamin kamu pasti mendapat partner untuk berjalan? Simpan kekuatanmu sayangku, sederhanakanlah hidupmu, menepilah, menyepilah. Hidup bukan pasar malam, jangan terus ingin menyalakan kembang api di setiap perjumpaan dan kaki melangkah. Percayalah, cintai dirimu sendiri dulu, biarlah semesta yang membimbingmu kemana arah cinta itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar