Aku tahu dan aku yakin,
Bahwa kamu pasti datang setelah ijazah sarjana strata satuku sudah benar-benar di tangan.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan draft rencana implementasi programku.
Kamu pasti datang setelah berat badanku mencapai ideal, 50kg.
Kamu pasti datang setelah jam tidurku teratur.
Kamu pasti datang setelah sholat lima waktuku sudah tepat waktu dan khusyu tak mengingi apapun.
Kamu pasti datang setelah tabunganku sudah cukup untuk aku membangun sebuah keluarga kecil sejahtera asyik dan bahagia.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan buku-buku yang baru kubaca seperempat dari total halamannya.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan lukisanku.
Kamu pasti datang setelah aku khatam Al-qur'an.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan mini paper dan laporan hasil penilitianku.
Kamu pasti datang setelah seminar internasional yang aku berjanji aku membantu di dalamnya selesai dan sukses dilaksanakan.
Kamu pasti datang setelah aku rutin memberi kabar kepada bapak dan ibukku.
Kamu pasti datang setelah aku sudah berhasil memutar gajiku dan membantu mbakku membesarkan usahanya.
Kamu pasti datang setelah aku berhasil meninggalkan sesuatu kepada adik-adik organisasi pecinta alamku.
Kamu pasti datang ketika aku sudah tidak gelisah menunggumu.
Setelah aku tidak bermimpi buruk tentangmu, tentang apa yang membuatmu membenciku.
Setelah aku tidak lagi merasakan insecure dan rendah diri baik ketika bangun maupun dalam tidur karena kamu tidak memberi kabar.
Kamu pasti datang setelah aku mengalahkan segala kerumitan otakku dan egoku yang begitu tinggi.
Kamu pasti datang setelah aku berdamai dengan keinginanku-keinginanku yang tak ada habisnya.
Kamu pasti datang ketika aku berhenti menunggumu.
Aku yakin kamu pasti datang di hari yang sangat biasa.
Mengejutkanku di minggu pagi yang harusnya aku masih tertidur nyenyak atau memilih tidur lagi walaupun sudah terbangun.
Kamu mengirim pesan singkat bahwa Kamu sudah di depan pintu kostku.
Dan pagi itu aku merasa itu hanya mimpi. Namun aku terlalu putus asa hingga berani mencoba memastikan, siapa tau itu bukan mimpi?
Aku percaya bahwa hari yang bukan mimpi itu akan datang. Hari aku benar-benar akan bertemu denganmu sekali lagi.
Dan ketika aku menemuimu, kau tidak berubah, tidak tambah kurus dan tidak tambah gemuk.
Kau terlihat haus. Atau ada yang tercekat di tenggorokanmu.
Aku tidak akan bertanya tentang drama tidak masuk akal yang selama ini bermain produktif sekali, episode demi episode di dalam otakku. Aku tidak akan bertanya kemana saja kamu selama ini. Aku hanya akan mengambilkanmu segelas air putih. Sebelum kamu bicara apapun yang dapat menumpahkan air mataku.
Satu hal yang kuucapkan, Aku belum pernah menunggu seseorang seperti aku menunggumu. Dulu aku terheran-heran bagaimana seseorang madmpu bertahan dalam cinta yang tak bersambut dalam waktu yang lama. Dan sial, sekarang Aku merasakannya. Aku mencintaimu. Sungguh. Dan itu yang membuatku percaya bahwa kamu pasti datang.
Bahwa kamu pasti datang setelah ijazah sarjana strata satuku sudah benar-benar di tangan.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan draft rencana implementasi programku.
Kamu pasti datang setelah berat badanku mencapai ideal, 50kg.
Kamu pasti datang setelah jam tidurku teratur.
Kamu pasti datang setelah sholat lima waktuku sudah tepat waktu dan khusyu tak mengingi apapun.
Kamu pasti datang setelah tabunganku sudah cukup untuk aku membangun sebuah keluarga kecil sejahtera asyik dan bahagia.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan buku-buku yang baru kubaca seperempat dari total halamannya.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan lukisanku.
Kamu pasti datang setelah aku khatam Al-qur'an.
Kamu pasti datang setelah aku menyelesaikan mini paper dan laporan hasil penilitianku.
Kamu pasti datang setelah seminar internasional yang aku berjanji aku membantu di dalamnya selesai dan sukses dilaksanakan.
Kamu pasti datang setelah aku rutin memberi kabar kepada bapak dan ibukku.
Kamu pasti datang setelah aku sudah berhasil memutar gajiku dan membantu mbakku membesarkan usahanya.
Kamu pasti datang setelah aku berhasil meninggalkan sesuatu kepada adik-adik organisasi pecinta alamku.
Kamu pasti datang ketika aku sudah tidak gelisah menunggumu.
Setelah aku tidak bermimpi buruk tentangmu, tentang apa yang membuatmu membenciku.
Setelah aku tidak lagi merasakan insecure dan rendah diri baik ketika bangun maupun dalam tidur karena kamu tidak memberi kabar.
Kamu pasti datang setelah aku mengalahkan segala kerumitan otakku dan egoku yang begitu tinggi.
Kamu pasti datang setelah aku berdamai dengan keinginanku-keinginanku yang tak ada habisnya.
Kamu pasti datang ketika aku berhenti menunggumu.
Aku yakin kamu pasti datang di hari yang sangat biasa.
Mengejutkanku di minggu pagi yang harusnya aku masih tertidur nyenyak atau memilih tidur lagi walaupun sudah terbangun.
Kamu mengirim pesan singkat bahwa Kamu sudah di depan pintu kostku.
Dan pagi itu aku merasa itu hanya mimpi. Namun aku terlalu putus asa hingga berani mencoba memastikan, siapa tau itu bukan mimpi?
Aku percaya bahwa hari yang bukan mimpi itu akan datang. Hari aku benar-benar akan bertemu denganmu sekali lagi.
Dan ketika aku menemuimu, kau tidak berubah, tidak tambah kurus dan tidak tambah gemuk.
Kau terlihat haus. Atau ada yang tercekat di tenggorokanmu.
Aku tidak akan bertanya tentang drama tidak masuk akal yang selama ini bermain produktif sekali, episode demi episode di dalam otakku. Aku tidak akan bertanya kemana saja kamu selama ini. Aku hanya akan mengambilkanmu segelas air putih. Sebelum kamu bicara apapun yang dapat menumpahkan air mataku.
Satu hal yang kuucapkan, Aku belum pernah menunggu seseorang seperti aku menunggumu. Dulu aku terheran-heran bagaimana seseorang madmpu bertahan dalam cinta yang tak bersambut dalam waktu yang lama. Dan sial, sekarang Aku merasakannya. Aku mencintaimu. Sungguh. Dan itu yang membuatku percaya bahwa kamu pasti datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar