Hari ini, pagi ini, aku bahagia.
Mendapati seorang teman angkatan yang berangkat sekolah ke Korea, mendapat beasiswa!
Dia yang selama beberapa tahun ke belakangan ini mengawal studi ekonomi kerakyatan di kampus.
Tulisan singkat ini untukmu, Re. Seorang teman yang pertama membuatku senang di hari pertama menginjakkan kaki di kampus, karena dia adalah orang malang dengan bahasa medhok selevel aku tau lebih parah dariku. Mendapati teman sedaerah membuatku merasa di rumah walaupun sedang berada di kota yang berjarak ratusan kilometer. Teman yang tengil di kelompok ospek, meningkatkan sedikit kepedeanku untuk bertemu teman-teman dari daerah lain.
Seorang teman yang diam-diam aku menjadi kagum dengannya, Ya aku ngefans sama kamu, Re! hahahaha
Seorang teman yang tidak pernah dijagokan jadi apa-apa, tapi mampu bertengger di hati setiap orang di jurusan, bahkan kampus. Riang, free soul, ngawur, sak-sak e, manis, cerdas. Seorang teman yang akhirnya terpilih menjadi ketua jurusan ketika aku menjadi panitia pemilihan di kampus. Seorang teman yang berhasil merangkul kawan-kawan dari dua kutub yang berbeda, dari yang kanan dan yang kiri, dari yang timur dan barat, dari yang borjuis hingga proletar, dari cah bonbin sampai cah kafetaria, agamis dan atheis, antagonist dan protagonist.
Seorang teman yang aku bilang ke pacar pertamaku, bahwa aku ngefans sekali sama dia hingga membuat pacarku sedikit insecure waktu itu.
Seorang teman yang membuat video lipsync konyol sekali tapi berhasil tetap super cute dan video itu sukses menjadi konsumsi satu sekreku, dan aku berkali-kali memutarnya.
Seorang teman yang akhirnya pacaran dengan teman sekelasku, dan aku melihat mereka manis sekali bersama, aku sedikit envy bukan jealous. Betapa eksentriknya mereka ngedate di burjo, tapi akhirnya kebiasaan dia makan di burjo membuatnya tumbang, opname karena lambungnya luka.
I was happy for both of them, hingga mereka putus. Aku pun ikut sedih banget :(
Seorang teman yang nyampah sekali di timeline line, baper kebangetan, super galau, geblek, sampai bikin aku ngerasa kasihan karena menyangka dia belum move on hingga mantannya menikah. Semua orang menjadikannya bulan-bulanan karena dia belum move on, menjadikannya ikon patah hati.
Seorang teman yang aku sangat ikut senang ketika melihat dia berbagi foto bahwa dia mampu menghadiri pernikahan mantannya, dan semua orang mendukungnya.
Seorang teman yang ketika aku bertemu lagi di bonbin setelah lama tidak ketemu dan kulihat dia dalam keadaan yang sangat gak ganteng, pathetic, makan indomie dan coffemix, sendirian, jauh dari dia yang kukagumi dulu. Aku tidak menghampirinya, bukan karena aku sedang bersama teman-temanku, dan melihatnya menyedihkan, tetapi karena, aku masih saja kagum dengannya dalam keadaan yang seperti itu. Terlalu kagum hingga agak kikuk untuk menghampirinya haha
Dan ternyata, di antara kepayahannya, dia sedang mempersiapkan sesuatu, dia mendapat beasiswa ke korea!
Re, selamat berangkat, selamat menempuh studimu, aku selalu kagum denganmu. Semoga kamu menjadi ekonom yang lebih humanis dari yang lain. Masih banyak yang ingin kutulis sebenarnya, tapi sudahi saja nanti alay dan aku harus kerja.
Semoga suatu saat aku bisa menyusul untuk mendapat beasiswa di luar negeri. Semoga suatu saat kita bisa berdiskusi untuk sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat di sekitar kita. Semoga aku tidak akan menyerah dengan ilmu ekonomi, seperti kamu, seperti teman-teman yang lain. Mari warnai jagat ilmu ekonomi di Indonesia!