Sabtu, 27 Juli 2013

Enjoy your Lunch, It's all about Social Networking

Have you ever really hard to hold yourself on tweeting and posting all the things that pass your mind? Or you've been trying so hard to keep your good image, even your bad image in social network? Yap! these times, even to be a bad boy you need to sharp your own self and the people opinion. I don't really understand, since when did it become so important, building the image on the public. Or maybe you're the kind of people who daily and loyally scroll down the timeline of someone you like? let's simply call it stalking. hahaha i'm one of them.

But for me, the most fun part of Social Networking is not the opportunity to build an image for yourself, even it works well indeed. For me, it's fun when you're enjoy playing alter ego and let people respond your stupid attitude with a serious view while you can only laugh. They act like they know all the best, start to say what is good for you and what they probably do if they were you. Hey, you have to appreciate their good willing for you anyway, but you have the right to take or leave it, it's all up to you. And the right to laugh freely in the back is your biggest joy :D

Sometimes, it's quite surprising that even your closest person start to respond with a serious way as well and worry about what people might think, like she/he doesn't know you at all. Yes sometimes, these little things grow to be some massive problems. And you're just keep wondering, "how could you judge me like that? Who you are, stranger of my life?"

I remind you, don't really get surprised if the purpose of your attitude just for fun. Fun for you, it's not always fun for them. And maybe this is the time to know who can really understand you.

Life is fun, too much fun, and social networking make it complete (if you don't wanna say make it stupid) ...



Jumat, 26 Juli 2013

For you My Girl

Aku ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini telah membantuku merasa sangat bahagia satu tahun ini. Satu tahun yang kupikir sebelumnya akan sangat berat untuk dilewati. Satu tahun yang membayangkan saja aku ngeri. Satu tahun setelah kita kehilangan orang yang pernah berada di separuh hatimu. Aku tidak bermaksud mengenang masa lalu dan mengabaikan bagaimana perasaan pasanganku sekarang jika membaca ini.
Aku malah ingin berterimakasih pada dia yang sekarang telah membantuku melewati semua ini.

Aku ingin menulis untuk salah satu sahabat terbaikku yang mungkin sedang mengalami saat terberat yang pernah kualami. Ini bukan tulisan melankolik seperti yang kamu harapkan, tapi akan terlihat cengeng sekaligus arogan di beberapa tempat.

.................

Dear you my girl, i don't know how should i start to tell you about this. I mean if i said that i lost my half heart one year ago, maybe you'll say that you lost your full heart some months ago. Love is all about giving all the best for someone you think really special at the time that we hope to be eternal flame. The best is the best for us who has been giving so much effort to make it work. But whe should realize at the very end, the ammount for the best sometimes pretty blur at all. We said it's all my best, but for him that's nothing, not enough and there are so much better than we gave. He could gave us much more better effort and sure he ask the worth pay with his own standard.

Actually that's not a big problem if the communication works well. But sometimes how much you say that you love him, there still a big wall stand up beyond you and him. There are so much points that you force to fit on him. Then you're getting too bussy ignoring and merging your differences because both of you had already said that you accept and love him just the way he is. But how long it would last for "just the way you are?" One year, two years, three years, four years? Waiting the time bomb to explode. And you forgot to enjoy the togetherness itself, with all kind the differences still exist. That's love who let both of you live with your own characters, no need too much change to love each other.

You have so much pain, so has your boyfriend. When you feel so tired you have to recognize that the love is disappear right now. There should be no tired in loving! And both of you pushing it so hard to add just one more time, one more year, one more chance to find that miracle. You said it miracle, because now you understand how hard it is to reunite the broken glass. What are you looking for right now? The existence of relationship?

Let it go.. I know you've been trying so hard, giving all the best, so has him.

It's the time when you have to find the answer by yourself. Could you let someone you love go when he said you hurt him? When he ask you just go away and leave him alone? When he tell you there's someone better than you right now? When he tell you that you make him feel so tired? When he give up on everything that you've been pushing together?

Girl, hold up your head high. We're too young for being too sad and feel sorry too deep on this life. And we never really know what is love so clear. But when you're trying to understand your own heart, it's you who could free all his pain.

There are so much ways to make yourself stronger right now, after a half your heart went away. I think every girl knows well how to wipe the grey away. Let yourself get the joy and the optimism, see even your fingers are beautiful. Do your hobbies with your beautiful fingers, now it's completely yours. Those fingers that you used to get the scar tissues before. Well, there are will be some stage of sadness who come and go anytime they want. They'll ruin your mood easily, bring you back to some sweet memories that hurt your heart. And you cry again and again, make you swear this is the last cry, but it won't.

Then you keep wondering how could someone go to another heart easily. You curse at them, say that they are ignorant and heartless people. Hey honey, i'm one of them. I let someone come in to my heart again too fast, too early, that's what i thought before. Maybe God love me as well, or maybe He tests my patience in waiting The Mr. Right. But, when you're in my position you'll understand this is your affirmation of your own said a long long time ago. "Maybe we have to meet the wrong person before we meet the right person".

I'm just so happy right now that i could let everything flow with my Trust in God. I'm not find the better person, but i've just found someone who fit me more. We have so much differences in taste and thought, but we hate the same things. We are not good people at all, do so much stupid things but we try find the way to get better, together. Not trying to change each other to be what we want, but listen more, learn  more, don't agree more, understand more.

You, just don't get too sad, let yourself happy. Let someone out there find your bright shines, let him find your unique character, you specific personality and try to do the same things on him.

Then the last thing, Why in hurry? we're just too young..



#Soundtrack: Bruno Mars - When i was your man, Hoobastank - The Reason, Billy Joel - Just The Way You Are





Selasa, 23 Juli 2013

Aku ingin Jogja Mencintai dirinya sendiri


Jogja adalah kota yang membuatku penasaran sejak jaman SD. Kecintaanku pada majalah bekas menarikku membaca sebuah artikel tentang kota Jogja. Sebuah kota yang memberi ruang publik yang lebih banyak bagi para pesepeda, pejalan kaki dan kutu buku. Membayangkan bersepeda di bawah pohon-pohon rindang yang jauh dari polusi sambil menikmati anggunnya Merapi dari kejauhan. Lalu duduk di sebuah taman kota untuk membaca buku. Dalam benakku memang tertanam image bahwa Jogja adalah kota Pelajar. Lalu Mengapa wisatawan berbondong-bondong ke Jogja?

Ternyata Mereka sebut juga Jogja sebagai kota Budaya. Aku yakin warga Jogja asli tidak begitu merasa spesial disebut seperti itu. Karena warga Jogja hanya menjalani kehidupan dengan tradisi yang mereka cintai dan mendapatkan kenyamanan selama ini. Namun, warga dari luar kota berbondong-bondong ingin mengetahui resep rahasia “Jogja Berhati Nyaman” tersebut. Wisatawan mancanegara maupun domestik datang ke Jogja untuk wisata Budaya.

Harapanku semoga Masyarakat Jogja asli memahami daya tarik yang mereka miliki. Bukan pembangunan fisik dan kemudahan-kemudahan bertransaksi seperti kota Metropolitan lainnya yang harusnya ditingkatkan. Namun budaya-budaya dan nilai luhur keseharian mereka yang selama ini menjadi panutan masyarakat dari kota lain. Aku ingin Jogja nyaman menjadi dirinya sendiri sebelum memberi kenyamanan bagi pendatang. Aku ingin Jogja mencintai budayanya sendiri tetapi juga berwawasan luas. Sehingga seluruh masyarakat Jogja percaya diri menyambut wisatawan sebagai dirinya sendiri. Bukan menjual “Bakso Solo”, “Pecel Madiun”, “Penyetan Lamongan” walaupun sebenarnya mereka asli Jogja. Aku yakin kekhasan budaya lokal mampu membawa kesejahteraan ekonomi bagi warga Jogja sebagai dampak pariwisata.

Jika masyarakat Jogja telah mampu percaya diri dengan budayanya, aku yakin banyaknya pendatang musiman (Wisatawan) dan pendatang semi permanen (Pelajar) tidak membuat warga Jogja risih. Aku ingin warga Jogja mau terbuka bagi kami para pendatang. Membagi budaya jawa yang arif dan sangat kaya. Mengajak memakai batik yang modis dari pada hotpants, mengajak makan di angkringan, mengajak menonton pertunjukkan tarian Ramayana dan sebagainya. Namun kecintaan tersebut tidak membawa masyarakat Jogja menjadi primordialis dan kaku. Justru sebaliknya juga mampu mebuat warga Jogja menghargai budaya para pendatang untuk bekerja bersama-sama demi kemajuan Kota Jogja.


Dan hal terakhir yang tidak kalah penting adalah Aku ingin Jogja menjaga dan melestarikan alamnya. Mencintai budaya seharusnya diperindah dengan mecintai alam.  Karena Alam lah yang selama ini menaungi kita untuk mengembangkan Budaya. Jika kita tidak bisa membuatnya tumbuh subur, paling tidak  janga merusaknya, jangan menyakitinya. Lakukan hal-hal kecil yang tidak perlu mengambil waktu kita yang katanya mahal. Ini semua bukan tentang menanam mangrove dan pohon jati untuk diliput media atau dibawa ke jejaring sosial. Ini lebih pada berkegiatan dan berwisata dengan arif. Tidak membuang sampah itu harus, namun kerusakan vegetasi adalah masalah serius. Kadang arti mencintai yang sejati adalah rela memujanya dari kejauhan dan membiarkan dia tumbuh senatural mungkin. Mampukah kita membiarkan alam kita lestari menggeliat indah tanpa ke sok tahuan kita?

Senin, 15 Juli 2013

Barang Hilang

Hari ini ku kehilangan dompet jajan yang berisi kartu atm dan uang sekitar 30ribuan.
Pacarku mengomel sepanjang jalan
Aku masih tidak paham mengapa dia terus mengataiku
Kenapa dia terus berusaha membuatku tidak ikhlas dalam keikhlasanku
Padahal sering dia bilang, daripada mengomeliku beri saja aku uang
Aku tidak minta uang, aku minta diantar pulang
Dia terus menyuruhku mengingat-ingat
Kami pun lalu menyusuri tempat kami sesorean tadi satu-satu
Kalaupun ketinggalan pasti sudah diambil orang katanya
Aku heran saja, sudah tau begitu kenapa mengajak mencari?
Sepertinya dia hanya bingung dengan kekesalannya sendiri
Kekesalan atas kenyataan bahwa aku tidak kesal

Kekesalan bahwa aku mudah saja membiarkan "yang berharga" hilang begitu saja
Jangan lagi bilang, "kalau dengan barangmu saja kau seenaknya, bagaimana dengan cintamu?"
Aku sudah pernah dengar sayang, ketika sepedaku hilang
Ketakutan seseorang yang menyamakan dirinya sendiri dengan barang
...yang memang layak hilang
Kamu jangan takut :)

Ingatkah ketika kau kutraktir makan ketika sepatu reebokmu hilang?
Kreatiflah dalam mencinta, it's all about timing!






Kamis, 27 Juni 2013

Catatan Pendakian Gunung Indonesia

Selamat malam.

Tulisan ini sungguh tak bermaksud membunuh semangat-semangat pendaki atau petualang muda yang ingin mengenal tanah airnya lebih dalam. Tentu saja karena Soe Hok Gie dengan indahnya telah menginspirasi pemuda-pemudi Indonesia untuk cinta tanah air dengan cara mengenalnya secara langsung, bukan melalui slogan-slogan melulu. Dan generasi pendaki/petualang terdahulu yang telah terfasilitasi dengan teknologi sehingga menularkan candu atas keindahan alam indonesia bukan hanya bermaksud pamer semata.

Beberapa minggu lalu saya mendapat kiriman foto dari teman-teman di gunung Semeru Jawa Timur. Siapa yang saat ini tidak ingin pergi kesana? Teman-teman awam pun sekarang merencanakan perjalanan hebat untuk meraih puncak Mahameru. Kiriman foto tersebut berisi Ranu Kumbolo yang penuh dengan tenda warna-warni, "Kayak cendol" kata teman saya. Bahkan untuk di beberapa titik jalur pendakian terjadi keantrian. Ya, sekarang macet tidak hanya di jalanan kota, tapi di gunung. Dulu keindahan city light yang sering diposting di jejaring sosial, sekarang di gunung. Jejaring sosial, generasi trending topic hehehe

Kata teman saya Lebhus, "awakmu pernah delok wong munggah gunung nggae rok?munggah gunung gendong bayi? nang pos istirahat nyusui bayine? (Kamu pernah lihat naik gunung pake rok? naik gunung gendong bayi? di pos istirahat menyusui bayinya?). Jujur jika ketemu langsung di sana, pasti saya mikir ahh so sweet bawa bayinya ke gunung, saya juga mau besok kalau punya anak bayi saya ajak ke gunung. Pasti saya semangatin mbak-mbak yang maksa naik gunung pake rok, semangat mbak, mbak pasti bisa mencapai puncak.

Ya bagaimanapun caranya, saat ini kita berbondong bondong menuju puncak, dengan berbagai macam tujuan. Saya tidak perlu membahas tujuan tersebut, setiap orang memiliki tujuannya masing-masing seperti note tentang gunung yang pernah saya tulis 2 tahun lalu. Yang pasti seperti selera pasar yang bergeser kepada petualang (ekstrim ?) ini meningkatkan permintaan akan wisata di daerah tersebut. Sekilas ini terasa positif. Dengan begitu masyarakat akan mendapat penghasilan tambahan dari warung, transportasi, dan segala tetek bengek yang dibutuhkan para pendaki ini. Dan pendapatan retribusi yang diperoleh desa akan naik. Selanjutnya akan terjadi pembangunan desa dan masyarakat akan sejahtera bahagia selamanya. Manis bukan?

Namun kenyataannya tidak seindah harapan, konon katanya (semoga ini gossip, tapi saya yakin ini bukan gossip), bahwa kas yang masuk untuk kepentingan masyarakat desa tidaklah banyak. Mungkin ini menjawab komentar seorang teman kemarin, "kenapa harus membatasi kuota pendaki, padahal warga Ranupane (warga sekitar beskem pendakian) pasti senang kalau banyak pendaki?". Kenyataannya, banyak atau tidak pendaki, tidak terlalu menambah kesejahteraan masyarakat di sana. Saya bicara memang tidak menggunakan data, hanya cerita-cerita dari beberapa teman yang menjadikan gunung seakan halaman belakang rumahnya untuk bermain. Seakan rumahnya untuk pulang di kala penat kota, bertemu penduduk asli, bukan sekali, tapi sudah sejak lama sekali.

Duh, mungkin benar pendapat bahwa seakan pariwisata menggeliat, makin semarak dan masyarakat lokal akan segera mendapatkan trickle down effectnya. Namun sesungguhnya yang memegang dan mendapat hasil manisnya hanya orang-orang itu saja. Tetap saja para pemodal besar dan pemerintah yang sering datang terlambat untuk meminta retribusi.

Kalau sama-sama tidak mendapat hasil kesejahteraan ekonomi yang membaik ya mending wisata petualangan ini kembali seperti dulu. Ketika tidak sebanyak ini orang yang datang, ketika setiap pendaki mengenal penduduk-penduduk di sekitar beskem, ketika pendaki mengenal Mbah Pujo - Mbah Pujo dan mampir ngopi/ngeteh. Ketika pendaki tidak hanya keluar masuk desa untuk lewat dan transit sebelum mendaki. Saat ini saya rasa penduduk sekitar sudah tidak peduli pendaki keluar masuk desanya, mereka mungkin hanya membatin apa yang orang-orang ini cari sembari tetap melakukan aktivitas sehari-harinya. Sedang kita berjalan gagah dengan atribut pendaki yang serba trendi tanda petualang sejati. Tak ada pembicaraan, tak ada berbagi pikiran, hanya numpang lewat.

Ya sekian mungkin ini hanya sebuah wake up call bagi saya sendiri sebagai pendaki baru dan teman-teman yang memang berniat tulus menikmati alam indonesia. Saya sendiri termasuk orang-orang yang dulu sering posting foto-foto di puncak dan manas-manasi teman-teman saya untuk naik gunung. "Seumur hidup sekali saja kau harus naik gunung, dan kau akan ketagihan" Kata saya 2 tahun lalu. Saya yang tidak terlalu dewasa dan masih sangat bangga mengibarkan bendera di Puncak.

Mari kita kawal bersama-sama peraturan-peraturan indah yang dibuat pengurus Taman Nasional - Taman Nasional tersebut. Sampah bawah turun, safety first, hindari peak season, bayar retribusi! Dan satu hal, berinteraksilah dengan para tuan rumah di sana. Saya yakin pendaki-pendaki hebat yang mencintai alamnya pasti paham kapan harus tinggal di rumah, kapan harus mendaki.


Kamis, 23 Mei 2013

Centre of Your Being!


"It would be great to have Valentino in F1, but he wouldn't have even a minimal chance of winning." — Valentino Rossi 


Pernakah kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengecek akun jejaring sosial seorang teman? Dan lalu berpikir betapa hebatnya dia, mulai membanding-bandingkan dengan dirimu? Mungkin diakui atau tidak itulah sebuah krisis remaja urban. Namun tidak jarang kita yang sudah memutuskan memilih beberapa hal dalam hidup kita masih melakukannya.

Sawang sinawang kalau kata orang jawa. Banyak sekali sebenarnya ungkapan atau quotes hebat yang sering dengan fasih kita ucapkan. Rumput tetangga selalu lebih hijau dan lain sebagainya. Kita tidak benar-benar menikmatinya, kita hanya menghibur diri. Saya pun mengalami hal serupa. Saya sedang selalu mendadak mengalami krisis ketika membandingkan diri saya dengan orang lain. Menyedihkan bukan? Kita tahu betul masalahnya, tetapi kita terus-terusan menyuapi diri kita dengan hal-hal negatif seperti itu. Saya pun paham betul kemampuan saya, potensi saya bahkan passion saya jauh berbeda dengan orang-orang teresebut. Lalu apa yang sebenernya coba saya cari ketika membandingkan-bandingkan diri saya dengan orang tersebut?


Sesungguhnya penyakit itu ada di sini, di hati, dan kita lah penyebabnya.


Quotes di awal tulisan ini adalah milik legenda Moto GP idola saya, Valentino Rossi yang selalu menginspirasi. Saya tidak terlalu suka membaca buku motivasi. Saya lebih memilih membaca Al-Quran, Buku Autobiografi Valentino Rossi, dan meonton film. Lagi dan lagi itu selalu mampu membuka jalan untuk angin segar di kepala saya yang sedang terasa berat.

Valenttino Rossi pun dengan segala kemampuan dan keberuntungan yang dia milki, mampu mengakui kelemahannya. Mengenali Potensi diri dan tidak memaksakan diri melakukan hal yang tidak dia sukai.

Mungkin berbagai tanggapan muncul dengan pernyataan Vale satu ini. Seluruh mata dunia mengidam-idamkan kombinasi yang sempurna antara seorang legenda balap dan legenda pabrikan Formula 1, yaitu Ferrari. Tapi dia mengakui bahwa itu tidak akan berjalan baik, memang terlihat hebat, tapi untuk apa? Tidak ada kesempatan untuk menang dan mungkin tidak memberi nilai tambah sama sekali.

Berhentilah menjadi yang orang lain inginkan. Jangan terus-terus membandingkan dirimu dengan orang lain. Menyadari potensi dan kelemahan diri sendiri akan membuat setiap langkah yang kita tempuh menjadi menyenangkan. Bukan bekerja keras tanpa menikmatinya, dan bahkan tau kita tidak akan mencapai hasil optimal. 

Let's be person, not an icon. Mungkin jalanmu tidak akan sepopuler orang lain, tapi ketika kamu menjadi begitu dalam di sana, let's see how the world come over you.

Stay deep at the centre of your being..








Selasa, 09 April 2013

Beauty


Beauty, manusia sudah semakin cerdas, sudah menggunakan otak daripada insting. Paling tidak kecantikan sudah tidak lagi dinilai dari fisik saja. Namun, bersama dengan kecerdasan, deskripsi kecantikan menjadi jauh lebih kompleks. Bagaimana dengan fisik? tentu saja fisik masih dinilai. Bahkan kontes-kontes kecantikan kini memiliki standarnya. Yaitu sebuah standar yang tinggi, tinggi sekali, dengan deskripsi yang seragam.


Kecantikan itu tentang selera pasar. Jika Pasar bilang Cantik berarti harus pintar, punya hobi menarik, cerdas dalam bicara, peduli sesama, pandai bersosialisasi, menyukai petualangan, update fashion, pandai berdandan, bisa masak, pengalaman organisasi dan lain-lain dan lain-lain, maka? Ya maka wanita dituntut untuk Multi-talented.

Multi-talented itu butuh pembelajaran yang lama, nona! Perpaduan antara passion, kegagalan, pengorbanan (waktu tenaga dan uang) dll. Namun, bagaimana jika kamu tidak mau atau malas menjalani proses tersebut?Ah santai saja bisa dikejar dengan cara instan kok. Media sosial sebagai wadah menunjukkan itu semua, dengan upload foto sedang bertualang, tapi tetap cantik, foto bakti sosial, foto hang-out bareng teman, foto dengan baju paling update, dengan update status mengutip quotes orang bijak, menonton film, membeli buku, mengikuti trending topicTidak perlu mendalami semuanya, Multi-talented itu agaknya omong-kosong kok. Tinggal dilakukan sekali, dan jejaring sosial mampu membuatmu terlihat Multi-talented dan Multi-taskingMurah dan Meriah.

Begitu juga dengan kontes kecantikan, Beauty, adalah tentang memenuhi minat mereka. Mereka yang entah darimana datangnya, Mereka yang ingin kita rebut perhatiannya. Jika terus mengikutinya, kita bisa bahagia, sangat bahagia. Namun tidak akan pernah ada habisnya dan mungkin akan melelahkan. Namun, itulah wanita, kecantikan memang menyakitkan. Dan kita rela untuk itu.

Senin, 04 Maret 2013

10 Things I Hate about You

I wrote this poem in 13 of july last year, for an eccentrict friend who called himself with a weird name. I wrote this poem when i couldn't any longer deny that he attracted me too much. I guessed it would be just another silly crush that will washed away in times. But like a junior high school girl, the more i hate him, the more i fall for him, deep and deeper.
This is 10 things i hate about you :)


I hate the way you talk to me, and the way you mess your hair.
I hate the way you ride your bike, and your obsession about old car.
I hate it when you stare, and suddenly laugh like crazy.
I hate your skinny dumb (you said) rock clothing, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick.
It even makes me rhyme.
I hate the way you're always right.
I hate it when you lie.
I hate it when you countdown me to smile,
even worse when you make me cry.
I hate it when you're not around,
and the fact that you didn't call.
I hate the way i don't hate you.
Not even close..
Not even a little bit..
Not even at all.


*)note: yes, like you all knew, i adapted this poem from a romantic movie stared by Health Ledger, 10 Things I Hate about You.



Rabu, 27 Februari 2013

Day Dreaming

Aku bermimpi tentang suatu dunia, Para gadis percaya dia cantik tanpa kosmetik.
Para pria merayu hanya menggunakan mawar, bukan jaguar.
Tentang kepercayaan manusia terhadap anggota tubuh karunia Tuhan lebih kuat dari mesin.
Tentang surga yang nyata-nyata sudah ada di depan mata. Jika tidak dijaga, semua akan masuk neraka. Karena surga sudah rusak.
Tentang berbagi tak akan membuatmu mati lapar. Rakus membawamu mati kenyang.
Tentang kegagalan yang membuat seseorang berteriak "Bingo!" atas suatu serendipity miliknya.
Tentang manusia-manusia yang bernyanyi saat bekerja, karena dia cinta. Maka peribahasa "bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian" adalah omong kosong.
Tentang dihapusnya kata "harus" pada kamus ciptaan manusia. Karena tidak ada hal yang baku, semua tentang pilihan. Hanya Tuhan yang berhak melakukan mandatory pada umatnya.
Tentang manusia belajar bahasa bukan cuma untuk mencari kerja. Namun untuk mengenal bangsa-bangsa lain seperti perintah Al-Quran.
Lalu aku terbangun dan sadar, untuk cepat lulus aku harus rajin ke perpus. Back to the real world,beibeh! ;D Hahahaha