Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Barang Hilang

Hari ini ku kehilangan dompet jajan yang berisi kartu atm dan uang sekitar 30ribuan.
Pacarku mengomel sepanjang jalan
Aku masih tidak paham mengapa dia terus mengataiku
Kenapa dia terus berusaha membuatku tidak ikhlas dalam keikhlasanku
Padahal sering dia bilang, daripada mengomeliku beri saja aku uang
Aku tidak minta uang, aku minta diantar pulang
Dia terus menyuruhku mengingat-ingat
Kami pun lalu menyusuri tempat kami sesorean tadi satu-satu
Kalaupun ketinggalan pasti sudah diambil orang katanya
Aku heran saja, sudah tau begitu kenapa mengajak mencari?
Sepertinya dia hanya bingung dengan kekesalannya sendiri
Kekesalan atas kenyataan bahwa aku tidak kesal

Kekesalan bahwa aku mudah saja membiarkan "yang berharga" hilang begitu saja
Jangan lagi bilang, "kalau dengan barangmu saja kau seenaknya, bagaimana dengan cintamu?"
Aku sudah pernah dengar sayang, ketika sepedaku hilang
Ketakutan seseorang yang menyamakan dirinya sendiri dengan barang
...yang memang layak hilang
Kamu jangan takut :)

Ingatkah ketika kau kutraktir makan ketika sepatu reebokmu hilang?
Kreatiflah dalam mencinta, it's all about timing!






Kamis, 23 Mei 2013

Centre of Your Being!


"It would be great to have Valentino in F1, but he wouldn't have even a minimal chance of winning." — Valentino Rossi 


Pernakah kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengecek akun jejaring sosial seorang teman? Dan lalu berpikir betapa hebatnya dia, mulai membanding-bandingkan dengan dirimu? Mungkin diakui atau tidak itulah sebuah krisis remaja urban. Namun tidak jarang kita yang sudah memutuskan memilih beberapa hal dalam hidup kita masih melakukannya.

Sawang sinawang kalau kata orang jawa. Banyak sekali sebenarnya ungkapan atau quotes hebat yang sering dengan fasih kita ucapkan. Rumput tetangga selalu lebih hijau dan lain sebagainya. Kita tidak benar-benar menikmatinya, kita hanya menghibur diri. Saya pun mengalami hal serupa. Saya sedang selalu mendadak mengalami krisis ketika membandingkan diri saya dengan orang lain. Menyedihkan bukan? Kita tahu betul masalahnya, tetapi kita terus-terusan menyuapi diri kita dengan hal-hal negatif seperti itu. Saya pun paham betul kemampuan saya, potensi saya bahkan passion saya jauh berbeda dengan orang-orang teresebut. Lalu apa yang sebenernya coba saya cari ketika membandingkan-bandingkan diri saya dengan orang tersebut?


Sesungguhnya penyakit itu ada di sini, di hati, dan kita lah penyebabnya.


Quotes di awal tulisan ini adalah milik legenda Moto GP idola saya, Valentino Rossi yang selalu menginspirasi. Saya tidak terlalu suka membaca buku motivasi. Saya lebih memilih membaca Al-Quran, Buku Autobiografi Valentino Rossi, dan meonton film. Lagi dan lagi itu selalu mampu membuka jalan untuk angin segar di kepala saya yang sedang terasa berat.

Valenttino Rossi pun dengan segala kemampuan dan keberuntungan yang dia milki, mampu mengakui kelemahannya. Mengenali Potensi diri dan tidak memaksakan diri melakukan hal yang tidak dia sukai.

Mungkin berbagai tanggapan muncul dengan pernyataan Vale satu ini. Seluruh mata dunia mengidam-idamkan kombinasi yang sempurna antara seorang legenda balap dan legenda pabrikan Formula 1, yaitu Ferrari. Tapi dia mengakui bahwa itu tidak akan berjalan baik, memang terlihat hebat, tapi untuk apa? Tidak ada kesempatan untuk menang dan mungkin tidak memberi nilai tambah sama sekali.

Berhentilah menjadi yang orang lain inginkan. Jangan terus-terus membandingkan dirimu dengan orang lain. Menyadari potensi dan kelemahan diri sendiri akan membuat setiap langkah yang kita tempuh menjadi menyenangkan. Bukan bekerja keras tanpa menikmatinya, dan bahkan tau kita tidak akan mencapai hasil optimal. 

Let's be person, not an icon. Mungkin jalanmu tidak akan sepopuler orang lain, tapi ketika kamu menjadi begitu dalam di sana, let's see how the world come over you.

Stay deep at the centre of your being..








Rabu, 27 Februari 2013

Day Dreaming

Aku bermimpi tentang suatu dunia, Para gadis percaya dia cantik tanpa kosmetik.
Para pria merayu hanya menggunakan mawar, bukan jaguar.
Tentang kepercayaan manusia terhadap anggota tubuh karunia Tuhan lebih kuat dari mesin.
Tentang surga yang nyata-nyata sudah ada di depan mata. Jika tidak dijaga, semua akan masuk neraka. Karena surga sudah rusak.
Tentang berbagi tak akan membuatmu mati lapar. Rakus membawamu mati kenyang.
Tentang kegagalan yang membuat seseorang berteriak "Bingo!" atas suatu serendipity miliknya.
Tentang manusia-manusia yang bernyanyi saat bekerja, karena dia cinta. Maka peribahasa "bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian" adalah omong kosong.
Tentang dihapusnya kata "harus" pada kamus ciptaan manusia. Karena tidak ada hal yang baku, semua tentang pilihan. Hanya Tuhan yang berhak melakukan mandatory pada umatnya.
Tentang manusia belajar bahasa bukan cuma untuk mencari kerja. Namun untuk mengenal bangsa-bangsa lain seperti perintah Al-Quran.
Lalu aku terbangun dan sadar, untuk cepat lulus aku harus rajin ke perpus. Back to the real world,beibeh! ;D Hahahaha